Pages

Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

Cinta Diam-Diam

Orang yang jatuh cinta diam-diam, tahu dengan detail semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu.

Orang yang jatuh cinta diam-diam, memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan.

Orang yang jatuh cinta diam-diam, selalu bertingkah seperti seorang penguntit.

Orang yang jatuh cinta diam-diam, paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.

Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan,. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.

Orang yang jatuh cinta diam-diam, pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu.

Orang yang jatuh cinta diam-diam, pada akhirnya menerima.

Dan…
Orang yang jatuh cinta diam-diam, hanya bisa seperti yang mereka selalu laukan, JATUH CINTA SENDIRIAN.

Rabu, 15 Desember 2010

TENTANG RASA

Jika sebagian dari kita beranggapan kalau rasa harus diungkapkan, tidak bagi dia…
Jika sebagian dari kita beranggapan bahwa rasa harus memiliki, tidak bagi dia…
Bahkan ketika rasa itu harus diperjuangkan, itupun tidak bagi dia…
Rasa hanyalah rasa… Mengalir tanpa dipaksa…
Rasa bagi dia adalah…
Selalu dengan rela bangun tengah malam hanya untuk membangunkan ‘yang dirasa’’ saat ujian…
Ga pernah mengeluh menemani  ‘yang dirasa’ belajar berjam-jam walau lewat telfon…
Ga pernah marah ketika ‘yang dirasa’ pergi dengan siapapun…
Dengan sabar mendengarkan setiap aliran cerita ‘yang dirasa’…
Walaupun jauh tapi selalu berusaha ada ketika ‘yang dirasa’ membutuhkan…
Walaupun jauh, rela datang hanya untuk menemani liburan ‘yang dirasa’…
Selalu memaafkan setiap kelalaian ‘yang dirasa’…
Dan dengan rela mengikhlaskan ‘yang dirasa’ pergi hanya karena tak mau ‘yang dirasa’’ dimarahi oleh orang-orang terdekatnya… Tanpa harus berkata pada ‘yang dirasa’’ kalau DIA PUNYA RASA…

Senin, 13 Desember 2010

Ketika aku membenci temanku...

Baru saja saya chating dengan teman saya yang jaauuhh bgt tinggalnya, dan ga tau kenapa tiba2 saya terpikir buat nanya tentang 'Apa yg kamu lakukan ketika sahabatmu melukaimu?'. Berikut adalah obrolan kami.
Dia: Haaii.. W r u?
Saya: Yeeaa.. I'm here, In my room..
Dia: Ga kuliah?
Saya: Nggak. Bolos. Hehehe. Doing a quality chat yuk!
Dia: Good idea.. Please ask me something first!
Saya: Hmmm... Pernah benci sama temen kamu? Atau bahkan sahabat kamu?
Dia: Pernah...
Saya: Kl ninggalin mereka gara2 rasa benci kamu, pernah?
Dia: Alhamdulillah belum pernah. Terpikirpun nggak. Benci hanya sebuah rasa sementara (menurutku), jadi aku harus menghilangkannya. Sama ketika kita sakit, kita harus cari tahu apa penyembuhnya.
Saya: Love it!! Ajarin aku dunx gmana caranya menghilangkan rasa benci..

Lama banget dia bales chat ku, eh ternyata dia mengirimi saya email, dan ini isinya:
Its simple. Pertama, pelajari dulu kenapa kita benci teman2 kita sampai pingin ninggalin meraka. Contoh, kadang kita benci mereka karna omongan mereka ato karna sikap mereka pada kita. Sikap dan omongan mereka yg kasar itu lah yg membuat kita benci sama mereka dan kadang males buat ketemu mereka lagi. Padahal sebelumnya, kita berteman baik Tapi coba deh kita cerna lebih dalam. Kl kita perhatikan, sikap dan omongan mereka dalam hal isi, ga salah kux. Hanya mungkin emang cara penyampaiannya yg kurang tepat. Biasanya si itu yg membuat kita benci dan pgn menjauh. Coba biasakan menanamkan pada diri kita, kl perubahan sikap seseorang pada kita, itu dapat berubah ya karna kita sendiri. Jgn terburu-buru menyalahkan orang, kl nyatanya emang kita yg kurang instropeksi diri. Kl nyatanya emang kita yg membuat mereka berubah. Kalaupun kamu tetap menyalahkan mereka, cobalah memaafkan mereka tanpa harus menunggu mereka meminta maaf. Karna itu lebih indah dan nyaman. Cobalah untuk tetap tersenyum di depan mereka, sesakit apapun kamu saat itu. Hehehe... 

Okey. Obrolan itu ga usah dilanjutin lg yaa.. Bisa penuh ni blog. Udah paham intinya kan?
Astaghfirllah... Jangan sampai yaa kita ngalamin ini.. Bekas Sahabat. Semoga saja teman2 saya ga pernah membenci dan meninggalkan saya. Dan alhamdulillah, saya juga belum terpikir sedikit pun untuk meninggalkan sahabat dan teman2 saya, bahkan ketika mereka membenci ku pun, tak ingin aku meninggalkan mereka.
Tulisan ini saya persembahkan untuk teman dan sahabat saya yang terpikir untuk menjauhi 'dia' teman anda.. Dan tentu saja untuk kalian semua yang sampe saat ini sedang merasakan hangatnya pertemanan dan persahabatan dan berhasil melalui semuanya tanpa masalah. Maafkan dan Tersenyumlah pada mereka yg menurutmu menjauhi mu, membencimu, bahkan mengatakan hal2 kasar tentangmu tanpa menunggu.

Benci adalah penyakit (menurut saya). Kl terkena penyakit benci ya harus diobati biar ga benci lg.. Now, sapa temanmu yg km benci, kasih mereka senyuman, dan rasakan kl senyum itu adalah obatnya...

 

Total Tayangan Halaman

Search